Senin, 08 Juli 2019

Rangkuman Novel “The Prince and The Pauper” oleh Mark Twain


Image result for the prince and the pauper novel
Source: https://fritzfreiheit.com/wiki/The_Prince_and_the_Pauper
Tom Canty dan pangeran Edward lahir di London pada hari yang sama. Namun, Tom adalah seorang anak laki- laki dari keluarga miskin yang tidak diinginkan oleh orang tua nya, sementara Edward adalah seorang pangeran yang sudah lama dinanti oleh keluarganya di kerajaan Inggris dan rakyatnya. Edward adalah anak laki-laki dari raja Henry VIII. Tom dan Edward memiliki kehidupan yang sangat berbeda, Tom hidup di desa dan Edward hidup di istana kerajaan. Tom selalu dipaksa oleh ayahnya untuk mengemis di siang hari dan jika ia tidak mendapatkan uang dari hasil ia mengemis, maka ia akan diberi hukuman oleh ayahnya dengan cara dipukuli. Tom sering berimajinasi dan membayangkan bahwa dia adalah seorang pangeran. Tom tidak pernah sekolah, ia tidak bisa membaca dan menulis, tetapi ada seorang pastor bernama Andrew yang mengajari Tom untuk membaca.

Suatu hari, Tom sangat berharap untuk bisa melihat dan bertemu dengan Pangeran Edward. Lalu, ia mengunjungi daerah kerajaan, ia kelihatan seperti tersesat, namun ketika ia mendekati istana kerajaan, ia ditahan oleh seorang penjaga dan diusir dari kawasan kerajaan. Pangeran Edward, yang telah menyaksikan kejadian itu merasa kasihan dan segera melindungi Tom dan membawanya masuk ke dalam istana. Di dalam istana, Edward membawa Tom ke dalam kamarnya. Tom bercerita bahwa ia ingin sekali menjadi seorang pangeran. Tom juga menceritakan bahwa kehidupan di desa sangatlah berbeda dengan kehiudapn di kerajaan. Di desa, Tom sering di kucilkan oleh teman-teman nya karena ia selalu berpakaian compang camping dan kotor. Pekerjaan Tom hanyalah seorang anak kecil pengemis, ia dipaksa ayahnya mengemis untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya yang miskin. Mendengar cerita tersebut, sang pangeran pun sangat terkejut, ia tidak menyangka bahwa kehidupan di desa jauh lebih buruk dibanding kehidupan di kota. Banyak orang kesusahan yang hidup di desa. Kebanyakan orang yang hidup di desa tidak bercukupan dan kalau mereka tidak punya uang, mereka terpaksa untuk tidak makan. Sang pangeran pun merasa kasihan dengan kehidupan rakyatnya di desa. 

Ketika pangeran Edward dan Tom sedang berbincang, tiba-tiba pangeran Edward menoleh ke cermin dan melihat bahwa ia dan Tom mempunyai kemiripan. Mereka terlihat sangat identik, hanya saja pakaian mereka yang membuat mereka terlihat berbeda di pandangan orang lain. Pangeran Edward ingin melihat kehidupan yang ada di desa, ia ingin mencari tahu dan menyelidiki bahwa apa yang diceritakan oleh Tom itu benar atau salah. Lalu dengan keingin tahuan sang pangeran, ia pun mempunyai ide untuk bertukar pakaian dengan Tom. Pangeran Edward menjadi si anak laki-laki pengemis, dan Tom menjadi seorang Pangeran. Setelah mereka bertukar pakaian, mereka berjalan keluar istana. Penjaga istana mengira bahwa pangeran Edward adalah anak laki-laki pengemis, mereka tidak tahu bahwa laki-laki yang berbaju compang camping itu adalah pangeran Edward. Penjaga istana pun langsung mengusir pangeran Edward keluar dari istana, karena ia terlihat tidak layak untuk berada didalam istana dengan bajunya yang compang camping layaknya seperti pengemis. Tom menggantikan posisi Edward sebagai pangeran Inggris.

Setelah Edward diusir dari kerajaan, ia berkeliaran tak berdaya di jalanan, ia tidak tahu kemana ia harus pergi, ia seperti kehilangan arah dan tujuan. Saat ia sedang berjalan, Edward diejek dan dicaci maki oleh orang-orang disekitarnya. Setiap ia diejek, ia selalu berkata bahwa ia adalah seorang pangeran, namun orang-orang sekitar hanya menertawakannya. Mereka tidak percaya bahwa laki-laki yang berpakaian kotor, penuh lumpur, dan compang-camping itu adalah pangeran. Jika diakalkan dengan logika, tidak mungkin seorang pangeran berpakaian seperti itu. Orang-orang mengiranya ia sudah gila.

Di istana, Tom merasa kebingungan, ditambah lagi ia tidak tahu tentang peraturan-peraturan yang ada di dalam istana. Raja Henry VIII, ayah Edward tidak tahu bahwa Tom bukan anaknya, ia mengira bahwa Tom adalah pangeran Edward, anaknya. Saat Raja Henry VIII sedang sakit, ia memberitahu bahwa pangeran Edward akan menggantikan kedudukannya, dan akan menjadi seorang raja. Tom terlihat sangat kebingungan, dan ia pun berkata bahwa ia bukanlah seorang pangeran. Ia selalu mengatakan hal itu kepada orang-orang yang ada di dalam istana bahwa ia bukanlah seorang pangeran dan ia tidak mau menjadi raja. Mendengar ucapan itu, Raja Henry VIII dan semua orang yang ada di dalam istana sangat terkejut mendengar ucapan itu dari seorang pangeran, mereka mengira bahwa sang pangeran telah hilang ingatan. Beberapa hari setelah Raja Henry VIII mengumumkan bahwa pangeran Edward akan menggantikannya sebagai raja, Raja Henry VIII meninggal dunia karena sakit.

Sementara itu, Pangeran Edward masih berkeliaran di jalanan sebagai gelandangan tanpa rumah ketika Raja Henry meninggal. Edward ditemukan oleh John Canty, ayah Tom, dan dibawa pulang kerumah Tom. Di rumah Tom, ia di marahi dan di caci maki oleh John Canty karena tidak mendapatkan uang dari hasil mengemis, sebagai hukumannya, ia tidak diberikan makanan. Ke esokan harinya, ia pergi keliling desa dan kota untuk mengemis, dan lagi-lagi ia diejek oleh banyak orang yang menertawakan pengakuannya bahwa ia adalah raja Inggris yang akan menggantikan kedudukan raja Henry VIII. Dari keributan itu, Edward diselamatkan oleh Miles Hendon, seorang ksatria yang kehilangan hak waris. Saat warga disana menganggap Edward gila, Miles merasa kasihan dan mencoba membantu Edward dengan berpura-pura membayar penghormatan kepadanya karena seorang raja.

Miles pernah mencintai seorang gadis bernama Edith, yang didambakan oleh saudara laki-laki Miles yang bernama Hugh. Hugh telah mendapatkan kepercayaan ayahnya dengan tipu daya. Edward menyatakan bahwa Miles telah menderita secara tidak adil dan menjanjikan apa pun yang ia minta. Miles dengan bijak meminta agar ia diizinkan duduk di hadapan Edward, karena raja muda telah memerintah Miles seperti pelayan pribadi.

John Canty membujuk Edward dan membawanya ke Southwark untuk bergabung dengan sekelompok pencuri di sana. Salah satu pencuri, Hugo, berusaha mengajari Edward trik-trik perdagangannya. Karena tidak tahan berada disana, Edward Melarikan diri ke rumah pertanian, di mana seorang wanita yang baik hati, mengasihani Edward dan juga memberinya makan. Edward pergi ke pondok seorang pertapa yang menerima klaim Edward atas kerajaan.  Sewaktu Edward telah tertidur, pertapa merenungkan kesalahan yang dilakukan oleh Raja Henry. Percaya Edward sebagai raja, seperti yang telah diklaimnya, ia berencana untuk membunuhnya. Dia berhasil mengikat Edward ketika sedang tidur. John dan Hugo, mengikuti jejak Edward yang melarikan diri, menyelamatkannya dan memaksanya untuk bergabung kembali dengan mereka. Edward terus menerus dipaksa untuk membantu Hugo dalam perdagangannya itu. Akhirnya, Miles menemukan Edward dan menyelamatkannya.

Miles dan Edward kemudian melanjutkan perjalanannya ke Hendon Hall untuk mengklaim warisannya. Ketika mereka tiba di tujuan, mereka menemukan bahwa ayah Miles sudah meninggal dan Hugh, yang menikah dengan Edith, sekarang adalah penguasa Hendon Hall. Hugh dan Edith berpura-pura tidak mengenali Miles. Dicela sebagai penipu, Miles dijatuhi hukuman saham, ia dilecehkan dan membuat Edward marah sehingga ia memprotes dengan keras. Ketika penjaga memutuskan untuk mencambuk Edward, Miles menawarkan untuk menanggung cambukan itu sebagai gantinya. Setelah melepaskan Miles dari hukuman saham, keduanya berangkat ke London, di mana mereka tiba pada hari sebelum penobatan Tom Canty sebagai Raja Edward VI.

Tom pergi melalui jalanan di London menuju Biara Westminster. Di sana, tepat ketika mahkota hendak diletakkan di atas kepala Tom, sebuah suara menuntut agar upacara dihentikan, dan suara itu adalah suara pangeran yang asli, tetapi orang-orang disana masih tidak mengetahui bahwa ia adalah pangeran Edward. Ketika para penjaga bergerak untuk menangkap Edward, Tom yang mengenali Edward, memerintahkan mereka untuk berhenti. Hanya Edward, yang mengetahui dimana meterai besar yang telah hilang sejak kematian Raja Henry. Edward berhasil mengingat di mana ia meletakkan segel sebelum meninggalkan Tom pada hari ia dikeluarkan dari istana. Miles, ketika dibawa kehadapan Raja Edward yang sah, menggunakan hak istimewanya untuk duduk di hadapan raja. Edward mengkonfirmasi tentang tanah milik Miles. Setelah Hugh meninggal, Miles menikahi Edith, yang menolak untuk mengakui identitas Miles karena sewaktu itu Hugh mengancam akan membunuh Miles.

Setelah akhirnya Edward dinobatkan menjadi raja, ia mempunyai janji kepada Tom bahwa ia akan membantu dan memberikan beberapa sumbangan dari kekayaannya untuk Tom dan keluarganya. Edward berjanji bahwa Tom dan keluarganya akan merasa terhormat selama sisa hidup mereka. Edward telah belajar banyak hal tentang semua kejadian dan penderitaan yang telah ia lalui selama ia menjadi seorang anak laki-laki pengemis, dari kejadian itulah yang membuat Edward sadar akan dua kehidupan yang berbeda, dan akan membuatnya menjadi pemimpin yang lebih baik untuk rakyatnya. Berbagai pengalaman tak terlupakan telah mereka alami, dan semuanya menjadi pelajaran berharga yang akan merubah jalan hidup serta pandangan bagi masa depan mereka.


Tugas Softskill 4 (Penerjemahan Berbantuan Komputer)

Name: Amelia Dyah Ayu Gayatri
Class: 4SA01
NPM: 10615622


MUSIC 

The Chainsmokers praise BTS’ ‘passion’ for music and reveal hopes to work with BLACKPINK
By: Nola Ojomu
Thursday 30 May 2019 6:10 pm

They struck up a friendship with BTS back in 2017, and The Chainsmokers have admitted they are still the band’s biggest cheerleaders.

The American EDM duo have a concert coming up in Korea and they couldn’t help but gush about the biggest acts in K-pop ahead of their big gig.

‘They are really passionate and capable people. They know how to enjoy music and concerts,’ Alex Pall said in the press release. ‘I respect that they have achieved such great success and would like to continue to cheer them on.’

The pair played a huge part when BTS made their US TV debut at the Billboard Music Awards, performing their hit song DNA. The group – Jin, Rap Monster, V, Suga, J-Hope, Jungkook and Jimin – had BTSxAMAs trending worldwide throughout the show, with fans eagerly awaiting the band’s performance near the end of the AMAs.

Such was the anticipation, The Chainsmokers admitted they were nervous about introducing them.
Drew Taggart said: ‘To call these guys international superstars seems like an understatement’.

But BTS aren’t the only band The Chainsmokers are loving as they revealed their desire to get in the studio with girl group BLACKPINK. ‘We would like to collaborate with BLACKPINK,’ Alex added. ‘We think [BLACKPINK] is such a talented and energetic group.’
He added that if they were to collaborate, the track would be similar to their hit, ‘Don’t Let Me Down.’

Meanwhile, the duo have also got their eye on MONSTA X too after the group performed with them at the 2018 Boston Jingle Ball. Alex Pall stated: ‘We want to collaborate with MONSTA X more in the future.’

So how can we make all these collaborations happen? Asking for a friend.









(Terjemahan Google Translate)

Chainsmokers memuji 'hasrat' BTS untuk musik dan mengungkapkan harapan untuk bekerja dengan BLACKPINK
Oleh: Nola Ojomu
Kamis 30 Mei 2019 18:10

Mereka memulai persahabatan dengan BTS pada tahun 2017, dan The Chainsmokers telah mengakui bahwa mereka masih menjadi pemandu sorak band terbesar.

Duo EDM Amerika ini akan mengadakan konser di Korea dan mereka tidak bisa tidak memedulikan tindakan terbesar di K-pop menjelang pertunjukan besar mereka.

‘Mereka benar-benar orang yang bersemangat dan cakap. Mereka tahu cara menikmati musik dan konser, "kata Alex Pall dalam siaran pers. "Saya menghormati mereka telah mencapai kesuksesan besar dan ingin terus menghibur mereka."

Pasangan ini memainkan peran besar ketika BTS membuat debut TV AS mereka di Billboard Music Awards, melakukan DNA lagu hit mereka. Kelompok ini - Jin, Rap Monster, V, Suga, J-Hope, Jungkook dan Jimin - memiliki BTSxAMA yang sedang tren di seluruh dunia sepanjang pertunjukan, dengan para penggemar dengan penuh semangat menunggu kinerja band menjelang akhir AMA.

Begitulah antisipasi, The Chainsmokers mengakui bahwa mereka gugup memperkenalkan mereka.
Drew Taggart berkata: 'Untuk memanggil orang-orang ini superstar internasional sepertinya meremehkan'.

Tapi BTS bukan satu-satunya band The Chainsmokers yang penuh kasih ketika mereka mengungkapkan keinginan mereka untuk masuk ke studio dengan girlband BLACKPINK. "Kami ingin berkolaborasi dengan BLACKPINK," tambah Alex. "Kami pikir [BLACKPINK] adalah grup yang berbakat dan energik."
Dia menambahkan bahwa jika mereka berkolaborasi, lagu itu akan mirip dengan lagu mereka, "Jangan Let Me Down."

Sementara itu, duo ini juga memperhatikan MONSTA X setelah grup tampil bersama mereka di 2018 Boston Jingle Ball. Alex Pall menyatakan: "Kami ingin berkolaborasi dengan MONSTA X lebih banyak di masa depan."

Jadi bagaimana kita bisa membuat semua kolaborasi ini terjadi? Meminta teman.






(Terjemahan Pribadi)

The Chainsmokers memuji ‘keinginan besar’ BTS untuk musik dan mengungkapkan harapan untuk bekerjasama dengan BLACKPINK
Oleh: Nola Ojomu
Kamis 30 Mei 2019 18:10

Persahabatan mereka dengan BTS berawal pada tahun 2017, dan The Chainsmokers telah mengakui bahwa mereka masih menjadi penggermar berat boy band ini.

Duo EDM yang berasal dari Amerika ini, akan mengadakan konser di Korea dan mereka sangat bersemangat dengan diadakannya penampilan acara K-pop terbesar menjelang acara besar mereka.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan mampu. Mereka tahu bagaimana cara untuk menikmati musik dan acara-acara konser.” Kata Alex Pall dalam siaran pers. “Saya menghargai mereka karena telah mencapai kesuksesan yang sungguh hebat dan ingin terus menyemangati mereka.”

BTS telah memainkan peran besar ketika mereka melakukan debutnya di TV AS dalam acara penghargaan musik Billboard, menampilkan DNA sebagai lagu hit mereka. Grup ini terdiri dari – Jin, Rap Monster, V, Suga, J-Hope, Jungkook and Jimin – mendapatkan tren BTSxAMAs di seleruh dunia sepanjang acara, dengan para penggemar yang penuh semangat menunggu penampilan BTS menjelang akhir acara penghargaan musik Amerika (AMA).

Seperti itu lah antisipasi, The Chainsmokers mengakui bahwa mereka gugup saat akan memperkenalkan diri mereka kepadanya. Drew Taggart berkata: “memanggil mereka dengan sebutan bintang internasional sepertinya pernyataan yang meremehkan.”

Tetapi BTS bukan satu-satunya boy band yang disukai oleh The Chainsmokers saat mereka mengungkapkan rasa keinginan mereka untuk masuk ke dalam studio bersama girl band BLACKPINK. “Kami ingin berkolaborasi dengan BLACKPINK,” tambah Alex. “Kami pikir BLACKPINK adalah grup yang berbakat dan energetik.” Dia menambahkan jika mereka akan berkolaborasi, maka lagu nya akan serupa dengan lagu hit mereka ‘Don’t Let Me Down.’

Sementara itu, duo ini juga tertarik dengan MONSTA X setelah grup ini tampil bersama mereka di acara Boston Jingle Ball 2018. Alex Pall menyatakan: “Kami ingin berkolaborasi lebih banyak dengan MONSTA X di masa depan.”

Jadi bagaimana kita bisa membuat semua kolaborasi ini terjadi? Mengajak teman. 



Senin, 06 Mei 2019

Tugas Softskill 3 (Penerjemahan Berbantuan Komputer)

Name: Amelia Dyah Ayu Gayatri
Class: 4SA01
NPM: 10615622


POLITICS
New York Times: Pelosi worries Trump won't give up power if he loses re-election by small margin
By Veronica Stracqualursi, CNN

House Speaker Nancy Pelosi is concerned President Donald Trump will not voluntarily step down unless Democrats win by a "big" enough margin in 2020 that he doesn't contest the results, the New York Times reported Saturday.

In an interview with the newspaper this week, the Democratic leader expressed worry over a scenario where Trump would not accept the election results if he were to lose re-election by a slim margin, the Times reported.

"We have to inoculate against that, we have to be prepared for that," Pelosi told the newspaper Wednesday.

Pelosi told the Times she had worried that Trump would "poison the public mind" and "challenge each of the races" if Democrats didn't win by an overwhelming majority in 2018.

Democrats picked up a net gain of 40 seats in the 2018 midterms — the largest Democratic House gain since 1974.

"We had to win. Imagine if we hadn't won — oh, don't even imagine. So, as we go forward, we have to have the same approach," Pelosi said to the Times.

The White House declined to comment on the record.

Trump had warned against "illegal voting" during the 2018 midterm elections, despite a lack of evidence. During the 2016 presidential election, Trump falsely claimed that "millions of people" voted illegally for Democratic candidate Hillary Clinton, costing him the popular vote.

In her interview with the Times, Pelosi also warned her party not pursue impeachment against Trump or to alienate voters by moving too far to the left, the Times noted.

"Own the center left, own the mainstream," she told the Times.

Pelosi told her caucus last month not to focus on impeachment, as Democrats have remained divided over the issue.

In a CNN poll after the Mueller report was released, 37% said Trump should be impeached and removed from office, 59% said they do not feel that way.






(Terjemahan Google Translate)

New York Times: Pelosi khawatir Trump tidak akan menyerahkan kekuasaan jika ia kalah dalam pemilihan ulang dengan selisih yang kecil
Oleh Veronica Stracqualursi, CNN

Ketua DPR Nancy Pelosi khawatir Presiden Donald Trump tidak akan secara sukarela mengundurkan diri kecuali Demokrat menang dengan selisih yang cukup "besar" pada tahun 2020 sehingga dia tidak mempermasalahkan hasilnya, New York Times melaporkan Sabtu.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar minggu ini, pemimpin Demokrat itu menyatakan khawatir atas skenario di mana Trump tidak akan menerima hasil pemilihan jika ia kalah dalam pemilihan ulang dengan selisih yang tipis, Times melaporkan.

"Kami harus melakukan inokulasi terhadap itu, kami harus siap untuk itu," kata Pelosi kepada surat kabar itu, Rabu.

Pelosi mengatakan kepada Times bahwa dia khawatir bahwa Trump akan "meracuni pikiran publik" dan "menantang masing-masing ras" jika Demokrat tidak menang dengan suara mayoritas di 2018.

Demokrat mendapat keuntungan bersih 40 kursi di semester tengah 2018 - perolehan House Demokrat terbesar sejak 1974.

"Kita harus menang. Bayangkan jika kita tidak menang - oh, jangan pernah membayangkan. Jadi, ketika kita maju, kita harus memiliki pendekatan yang sama," kata Pelosi kepada Times.

Gedung Putih menolak mengomentari catatan tersebut.

Trump telah memperingatkan terhadap "pemungutan suara ilegal" selama pemilihan jangka menengah 2018, meskipun kurangnya bukti. Selama pemilihan presiden 2016, Trump secara keliru mengklaim bahwa "jutaan orang" memberikan suara secara ilegal untuk kandidat Demokrat Hillary Clinton, yang memberinya suara rakyat.

Dalam wawancaranya dengan Times, Pelosi juga memperingatkan partainya untuk tidak melakukan pemakzulan terhadap Trump atau untuk mengasingkan pemilih dengan bergerak terlalu jauh ke kiri, Times mencatat.

"Miliki pusat kiri, milik arus utama," katanya kepada Times.

Pelosi mengatakan kepada kaukusnya bulan lalu untuk tidak fokus pada pemakzulan, karena Demokrat tetap terpecah karena masalah ini.

Dalam jajak pendapat CNN setelah laporan Mueller dirilis, 37% mengatakan Trump harus dimakzulkan dan dikeluarkan dari kantor, 59% mengatakan mereka tidak merasa seperti itu.




(Terjemahan Pribadi)

New York Times: Pelosi khawatir Trump tidak akan menyerahkan kekuasaan jika ia kalah dalam pemilihan ulang dengan selisih yang kecil
Oleh Veronica Stracqualursi, CNN

Juru bicara Nancy Pelosi khawatir Presiden Donald Trump tidak akan secara sukarela mengundurkan diri kecuali Demokrat menang dengan selisih yang cukup "besar" pada tahun 2020 sehingga dia tidak mempermasalahkan hasilnya, New York Times melaporkan pada hari Sabtu.

Dalam sebuah interview dengan koran minggu ini, pemimpin Demokrat menyatakan kekhawatirannya terhadap skenario di mana Trump tidak akan menerima hasil pemilihan jika ia kalah dalam pemilihan ulang dengan selisih tipis, Times melaporkan.

"Kita harus melakukan inokulasi untuk menentang hal itu, kita harus siap untuk itu,” Pelosi memberitahukan kepada surat kabar hari Rabu.

Pelosi memberitahukan kepada Times bahwa ia khawatir Trump akan “meracuni pikiran publik” dan "menantang setiap ras” jika Demokrat tidak menang dengan suara mayoritas di 2018.

Demokrat mengambil keuntungan bersih 40 kursi di semester tengah 2018 - perolehan Demokrat terbesar sejak 1974.

"Kita harus menang. Bayangkan jika kita tidak menang — oh, jangan dibayangkan. Jadi, dengan kita melangkah maju, kita harus memiliki pendekatan yang sama, " kata Pelosi kepada Times.

Gedung Putih menolak mengomentari catatan tersebut.

Trump sudah diperingatkan terhadap “pemungutan suara illegal” selama pemilihan jangka menengah tahun 2018, meskipun kurangnya bukti. Selama pemilihan presiden tahun 2016, Trump dengan keliru mengklaim bahwa "jutaan orang" memberikan suara secara ilegal untuk kandidat Demokrat Hillary Clinton, yang memberinya suara rakyat.

Dalam wawancaranya dengan Times, Pelosi juga memperingatkan partainya untuk tidak melakukan tudahan kepada Trump atau untuk mengasingkan pemilih dengan bergerak terlalu jauh ke kiri, Tercatat oleh Times.

"Miliki pusat kiri, miliki hal mainstream, katanya kepada Times.

Pelosi memberitahukan kepada kaukusnya bulan lalu untuk tidak fokus kepada tuduhan, karena Demokrat tetap terbagi atas masalah ini.

Dalam poll CNN setelah laporan Mueller dirilis, 37% mengatakan bahwa Trump harus di dakwa dan dikeluarkan dari kantor, 59% mengatakan bahwa mereka tidak merasa seperti itu.

Jumat, 12 April 2019

Tugas Softskill 2 (Penerjemahan Berbantuan Komputer)

Name: Amelia Dyah Ayu Gayatri
Class: 4SA01
NPM: 10615622

CULTURE

LGBT, Budaya Indonesia dan Lintas Gender
Oleh Rizki Washarti

Berita-berita di Indonesia belakangan ini diramaikan dengan berbagai hal soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) seperti adanya kelompok yang mendukung atau menentang mereka. Indonesia sebenarnya secara kultural memiliki berbagai budaya atau tradisi yang memperkenalkan keberadaan gender atau jenis kelamin selain laki-laki dan perempuan.

Suku Bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan, mengenal lima jenis kelamin yaitu lelaki, perempuan, calalai atau perempuan yang lemah gemulai seperti perempuan, calabai atau perempuan yang tomboi seperti laki-laki dan bissu, seorang yang bukan laki-laki dan bukan pula perempuan.

Bissu adalah seorang yang androgini, bersifat atau terlihat seperti perempuan maupun laki-laki, jelas Irwan Hidayana, antropolog dari Universitas Indonesia. "Kalau dari studi yang ada, penelitian yang pernah ada tentang keragaman gender di Bugis ini, mereka sebenarnya memang diterima, karena mereka diakui, diterima sebagai bagian dari masyarakat Bugis," papar Irwan.

Selain suku Bugis, beberapa suku lainnya juga mengenal peran yang lintas gender. Misalnya dalam konteks kesenian tarian dikenal tari Lengger Lanang dari Banyumas, di mana laki-laki menari sebagai peran perempuan. Lalu ada ludruk dari Jawa Timur, drama tradisional itu, sering kali ada peran-peran yang cross-gender.

Wayang orang
"Bahkan di dalam wayang orang di Jawa itu juga biasa. Arjuna misalnya dalam Wayang Orang itu bisa saja diperankan oleh perempuan karena Arjuna itu halus, tutur katanya halus dan segala macam," jelas Irwan.

Agus Widodo, seorang penari yang sejak tahun 2003 terbiasa mementaskan tari Lengger Lanang mengaku bahwa dewasa ini lebih banyak perempuan yang menampilkan tari tersebut. Justru karena itu, katanya, ia akan terus berusaha mementaskannya. "Saya tertarik karena ingin melestarikan kebudayaan Jawa yang hampir punah, karena remaja sekarang sudah banyak yang tidak peduli dengan kebudayaan Jawa, terutama Lengger, apa lagi cowok. Saya berusaha untuk meneruskan Lengger supaya tidak punah," ungkap Agus.

Lalu, bagaimana pendapatnya mengenai maraknya diskriminasi terhadap LGBT? "Miris, sedih dan bingung juga marah. Bisa-bisa hanya karena (gelombang kebencian terhadap) LGBT, seni Lengger Lanang hilang, padahal LGBT kan juga manusia yang mempunyai hak untuk menentukan hidupnya," tutur seniman tersebut.







(Terjemahan Google Translate)

LGBT, Indonesian Culture and Cross Gender
By Rizki Washarti

News in Indonesia lately enlivened with various things about lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) such as the existence of groups that support or oppose them. Indonesia actually has a variety of cultures or traditions that introduce the existence of gender or sex other than men and women.

The Bugis tribe from South Sulawesi knows five sexes, namely men, women, calalai or graceful women like women, calabai or tomboi women like men and bissu, a man who is neither male nor a woman.

Bissu is an androgynous, has the character or appearance of women and men, explained Irwan Hidayana, an anthropologist from the University of Indonesia. "From the existing studies, there has been research on gender diversity in Bugis, they were actually accepted, because they were admitted, accepted as part of Bugis society," said Irwan.

Besides the Bugis tribe, several other tribes also recognize roles that are cross gender. For example in the context of dance arts known as Lengger Lanang dance from Banyumas, where men dance as a female role. Then there are ludruk from East Java, traditional drama, often there are cross-gender roles.

Puppet people
"Even in the wayang people in Java are also ordinary. Arjuna, for example in Wayang, that person can be played by women because Arjuna is smooth, the words are subtle and all kinds," explained Irwan.

Agus Widodo, a dancer who has been accustomed to performing the Lengger Lanang dance since 2003 claimed that more women are currently performing the dance. Precisely because of that, he said, he would continue to try to stage it. "I am interested because I want to preserve the endangered Javanese culture, because many teenagers have not cared about Javanese culture, especially Lengger, what are other guys. I tried to continue the Lengger so it would not become extinct," said Agus.

Then, what do you think about the widespread discrimination against LGBT? "Sad, sad and confused are also angry. It could only be due to (a wave of hatred towards) LGBT, Lengger Lanang's art is gone, even though LGBT is also a human who has the right to determine his life," said the artist.





(Terjemahan Pribadi)

LGBT, Indonesian Culture and Cross Gender
By Rizki Washarti

The recent news in Indonesia has been enlivened with various issues concerning about lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) such as the existence of groups that support or oppose them. Indonesia actually has a variety of cultures or traditions that introduce the existence of gender or sex other than men and women.

The Bugis tribe from South Sulawesi identifies five genders, that are men, women, calalai or the women who are graceful like women, calabai or women who are tomboy like men and bissu is a person who is not a man nor a woman.

Bissu is an androgynous person, who has a character or an appearance like a woman as well as a man, explained Irwan Hidayana, an anthropologist from the University of Indonesia. "From the existing studies, there has been a research on gender diversity in Bugis tribe, they were actually accepted, because they were admitted, accepted as part of Bugis society," said Irwan.  

Besides the Bugis tribe, some other tribes also recognize the roles of cross gender. For instance, in the dance arts context known as Lengger Lanang from Banyumas, where men dance as women’s role. Then, there are Ludruk from East Java, that traditional drama always has the roles of cross gender.

Human Wayang
"Even human Wayang in Java is also common. For example, Arjuna in human Wayang could be played by women because Arjuna is gentle, has subtly speech and many more.” explained Irwan.

Agus Widodo, a dancer who has been accustomed to performing the Lengger Lanang dance since 2003 claimed that more women are currently performing the dance. Precisely because of that, he said, he will keep trying to perform it. “I’m interested because I want to preserve endangered of Javanese culture, because now teenagers didn’t care about Javanese culture, especially Lengger. I will try to proceed Lengger so it won’t be extinct,” said Agus.

Then, what is your opinion about the widespread discrimination against LGBT? "Pity, sad and confused also angry. It was only because (hatred towards) LGBT, the missing of Lengger Lanang arts, whereas LGBT also a human being who has the rights to determine their life," said the artist.


Minggu, 24 Maret 2019

Tugas Softskill 1 (Penerjemahan Berbantuan Komputer)

Name: Amelia Dyah Ayu Gayatri
Class: 4SA01
NPM: 10615622

TECHNOLOGY

Google announces video game streaming service to let you play anywhere
By Donna Lu

Today, Google unveiled Stadia, a service that will let people play video games without the need for dedicated consoles or high-end computers. Instead, gamers will be to play on standard laptops, tablets or phones, with all the heavyweight processing performed on Google’s servers. 

The platform will let users immediately play any game that is available on the service, without the need to purchase it individually or download a copy to their device. “Stadia offers instant access to play,” said Google’s Phil Harrison in an announcement at the Game Developers Conference in San Francisco. 

Stadia is a cloud gaming service, meaning that processing and graphics rendering will be performed at Google data centres. As a player moves around in a game, video of the gameplay will be streamed to their device. Providing the internet connection is good enough, this will happen seamlessly. 

Players can also switch devices mid-game, such as by starting their game in a web browser on a laptop and then changing to a mobile phone. “It’s easy and instantaneous to move that game experience,” said Harrison. 

Stadia can be used with existing USB controllers, but Google also unveiled a purpose-built controller, which connects via Wi-Fi to the game in the cloud, including a button that allows them to share video of their gameplay to YouTube. 

Another YouTube integration lets players click “Play Now” on the site, which opens the ready-to-play game in a browser window within seconds.

Other streams available
“It’s pretty revolutionary,” says Tanya Krzywinska at Falmouth University, UK. “It’s cross platform and that hasn’t happened before.

The release of Stadia comes as the gaming industry shifts towards cloud gaming – competitors include Microsoft’s Project xCloud, Sony’s PlayStation Now and Nvidia’s GeForce Now. 

Google launched a beta version of the service last October as Project Stream, which let users play Assassin’s Creed Odyssey through a tab in Google’s Chrome browser. “Internally, we were testing our ability to stream high fidelity graphics,” said Google CEO Sundar Pichai. 

An issue other cloud gaming platforms have faced is latency, a lag between a player pressing a button and an action occurring on screen.

At launch, Stadia will aim to stream games in up to 4K at 60 frames per second. A second, simultaneous stream can be shared to YouTube at the same resolution. This will scale up to 8K resolution in the future. 

Krzywinska expects an upswing in metrics-driven game design as a result of Stadia’s launch. “They will be able to gather huge amounts of data about when people are playing [and] what they’re playing,” she says. 

Stadia will launch later this year in the US, Canada and Europe.








(Terjemahan Google Translate)

Google mengumumkan layanan streaming video game untuk memungkinkan Anda bermain di mana saja
Oleh Donna Lu                     

Hari ini, Google meluncurkan Stadia, layanan yang memungkinkan orang bermain video game tanpa perlu konsol khusus atau komputer kelas atas. Sebagai gantinya, gamer akan bermain di laptop, tablet, atau ponsel standar, dengan semua pemrosesan kelas berat dilakukan di server Google. 

Platform ini akan memungkinkan pengguna segera memainkan game apa pun yang tersedia di layanan, tanpa perlu membelinya secara individual atau mengunduh salinan ke perangkat mereka. "Stadia menawarkan akses instan untuk bermain," kata Phil Harrison dari Google dalam sebuah pengumuman di Game Developers Conference di San Francisco. 

Stadia adalah layanan cloud gaming, yang berarti pemrosesan dan rendering gambar akan dilakukan di pusat data Google. Saat seorang pemain bergerak dalam sebuah game, video gameplay akan dialirkan ke perangkat mereka. Menyediakan koneksi internet yang cukup baik, ini akan terjadi dengan mulus. 

Pemain juga dapat mengganti perangkat di tengah permainan, seperti dengan memulai permainan mereka di browser web di laptop dan kemudian beralih ke ponsel. “Sangat mudah dan instan untuk memindahkan pengalaman game itu,” kata Harrison. 

Stadia dapat digunakan dengan pengontrol USB yang ada, tetapi Google juga meluncurkan pengontrol yang dibangun khusus, yang terhubung melalui Wi-Fi ke game di cloud, termasuk tombol yang memungkinkan mereka untuk berbagi video gameplay mereka ke YouTube.

Integrasi YouTube lainnya memungkinkan pemain mengklik "Mainkan Sekarang" di situs, yang membuka game siap main di jendela browser dalam hitungan detik.

Streaming lain tersedia
"Ini sangat revolusioner," kata Tanya Krzywinska di Falmouth University, Inggris. "Ini lintas platform dan itu belum pernah terjadi sebelumnya." 

Rilis Stadia datang ketika industri game bergeser ke cloud gaming - pesaing termasuk Microsoft Project xCloud, PlayStation Now Sony, dan GeForce Now dari Nvidia. 

Google meluncurkan versi beta dari layanan Oktober lalu sebagai Project Stream, yang memungkinkan pengguna memainkan Assassin's Creed Odyssey melalui tab di browser Chrome Google. "Secara internal, kami menguji kemampuan kami untuk mengalirkan grafik kesetiaan tinggi," kata CEO Google Sundar Pichai.

Masalah yang dihadapi platform gim cloud lainnya adalah latensi, jeda antara pemain yang menekan tombol dan tindakan yang terjadi di layar.

Saat diluncurkan, Stadia akan bertujuan untuk mengalirkan game hingga 4K pada 60 frame per detik. Aliran simultan kedua dapat dibagikan ke YouTube pada resolusi yang sama. Ini akan meningkatkan resolusi hingga 8K di masa mendatang.

Krzywinska mengharapkan peningkatan dalam desain game yang digerakkan oleh metrik sebagai hasil dari peluncuran Stadia. "Mereka akan dapat mengumpulkan sejumlah besar data tentang kapan orang bermain [dan] apa yang mereka mainkan," katanya. 

Stadia akan diluncurkan akhir tahun ini di AS, Kanada, dan Eropa.






(Terjemahan Pribadi)

Google mengumumkan layanan streaming permainan video untuk membuatmu dapat bermain di mana saja
Oleh Donna Lu

Hari ini, Google meresmikan Stadia, sebuah layanan yang akan membuat orang dapat bermain permainan video tanpa perlu adanya konsol atau komputer canggih. Melainkan,  gamers akan bermain di laptop standar, tablet atau telepon genggam, dengan semua pemrosesan kelas berat yang dilaksanakan di server Google. 

Platform ini akan membiarkan pengguna segera memainkan permainan apapun yang tesedia di layanan, tanpa harus membeli secara individual atau mengunduh salinan ke perangkat mereka. “Stadia menawarkan akses instan untuk bermain,” kata Phil Harrison dari Google dalam sebuah pengumuman di konferensi pengembang permainan di San Francisco. 

Stadia adalah layanan permainan cloud, yang artinya pemrosesan dan rendering grafis yang akan dilaksanakan di pusat data Google. Ketika seorang pemain bergerak dalam sebuah permainan, video gameplay akan dialirkan ke perangkat mereka. Menyediakan koneksi internet yang cukup baik, ini akan terjadi dengan mulus. 

Pemain juga dapat menukar perangkat di tengah permainan, seperti dengan memulai permainan mereka di web browser di laptop dan kemudian beralih ke telepon genggam. “Ini mudah dan instan untuk memindahkan pengalaman permain itu,” kata Harrison. 

Stadia dapat digunakan dengan pengontrol USB yang sudah ada, tetapi Google juga meresmikan pengontrol yang dibangun khusus, yang terhubung melalui Wi-Fi ke permainan di dalam cloud,  termasuk tombol yang memperbolehkan untuk berbagi video gameplay mereka ke Youtube. 

Integrasi Youtube lainnya memungkinkan pemain untuk mengklik “Play Now” di situs, yang membuka permainan ready-to-play di browser window dalam hitungan detik.

Stream lain yang tersedia
“Ini sesuatu yang cukup revolusioner,” kata Tanya Krzywinska di Universitas Falmouth, Inggris. “Ini lintas platform dan itu belom pernah terjadi sebelumnya.” 

Stadia yang akan dirilis datang ketika industri permainan bergeser ke permainan cloud – pesaing termasuk proyek Microsoft’s xCloud, Sony’s PlayStation Now dan GeForce Now dari Nvidia. 

Google meluncurkan versi beta layanan Oktober lalu sebagai proyek stream, yang memperbolehkan pengguna untuk bermain Assassin’s Creed Odyssey melalui tab di browser Google’s Chrome. “Secara internal, kami telah menguji kemampuan kami untuk stream high fidelity graphics,” kata Sundar Pichai CEO Google. 

Masalah lain yang dihadapi permainan cloud adalah latensi, jeda diantara pemain yang menekan tombol dan tindakan yang terjadi di layar.

Saat diluncurkan, Stadia akan bertujuan untuk stream permainan hingga 4K pada 60 frames per detik. Ke dua, stream serentak dapat dibagikan ke YouTube pada resolusi yang sama. Ini akan meningkatkan resolusi hingga 8K di masa depan. 

Krzywinska mengharapkan kemajuan dalam desain permainan metrics-driven sebagai hasil dari peluncuran Stadia. “Mereka akan dapat mengumpulkan data dengan jumlah yang besar tentang kapan orang-orang bermain [dan] apa yang mereka mainkan,” katanya. 

Stadia akan diluncurkan akhir tahun ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.


Senin, 12 Maret 2018

Contoh Memo Resmi (Formal) Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Grey Enterprises Holdings, Inc.
Bentall 5, Burrard Street, Vancouver



Dari   : Amelia, Manajer Hukum Grey Enterprises Holdings, Inc.
Untuk: Bapak Grey, CEO Grey Enterprises Holdings, Inc.
Hal    : Rapat M&A


Bapak Grey yang terhormat,
Rapat merger dan akuisisi akan diadakan pada hari Senin tanggal 16 April 2018 di ruang rapat Emerald lantai 10. Tim hukum dan pengacara dari kantor pengacara Dornan akan hadir. Kehadiran bapak diharapkan.

Terimakasih.




Vancouver, 16 April 2018
Manajer Hukum Grey Enterprises Holdings, Inc.





Amelia Dyah Ayu G.





Grey Enterprises Holdings, Inc.
Bentall 5, Burrard Street, Vancouver



From   : Amelia, the Legal Manager of Grey Enterprises Holdings, Inc.
To       : Mr.Grey, the CEO of Grey Enterprises Holdings, Inc.
Subject: M&A meeting


Dear Mr. Grey,
The merger and acquisition meeting will be held on Monday 16th of April 2018 in Emerald meeting room on 10th floor. The legal team and the external legal counsel from Dornan law firm will be present. Your attendance is appreciated.

Thank you.



Vancouver, April 16th 2018
The Legal Manager of Grey Enterprises Holdings, Inc.




Amelia Dyah Ayu G.